Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) Tahun Ajaran 2019/2020

Pasal 2

(1) Pada awal tahun pelajaran, perlu dilakukan
pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru.
(2) Pengenalan lingkungan sekolah sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk:
a. mengenali potensi diri siswa baru;
b. membantu siswa baru beradaptasi dengan
lingkungan sekolah dan sekitarnya, antara lain
terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan
sarana prasarana sekolah;
c. menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara
belajar efektif sebagai siswa baru;
d. mengembangkan interaksi positif antarsiswa dan
warga sekolah lainnya;
e. menumbuhkan perilaku positif antara lain
kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai,
menghormati keanekaragaman dan persatuan,
kedisplinan, hidup bersih dan sehat untuk
mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas,
etos kerja, dan semangat gotong royong.
(3) Pengenalan lingkungan sekolah meliputi:
a. kegiatan wajib; dan
b. kegiatan pilihan.
(4) Kegiatan wajib dan kegiatan pilihan sebagaimana
dimaksud pada ayat (3) dilakukan sesuai dengan
silabus pengenalan lingkungan sekolah sebagaimana
tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian
tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
(5) Sekolah dapat memilih salah satu atau lebih materi
kegiatan pilihan pengenalan lingkungan atau
melakukan kegiatan pilihan lainnya yang disesuaikan
dengan kondisi dan karakteristik lingkungan sekolah.

  • 5 –

(6) Sekolah melakukan pendataan tentang keadaan diri
dan sosial siswa melalui formulir pengenalan
lingkungan sekolah bagi siswa baru yang diisi oleh
orang tua/wali siswa yang minimal memuat:
a. profil siswa yang terdiri dari identitas siswa,
riwayat kesehatan, potensi/bakat siswa, serta
sifat/perilaku siswa; dan
b. profil orangtua/wali.
(7) Contoh formulir pengenalan lingkungan sekolah bagi
siswa baru sebagaimana dimaksud pada ayat (6)
tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian
tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Pasal 3

(1) Pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru
dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga)
hari pada minggu pertama awal tahun pelajaran.
(2) Pengenalan lingkungan sekolah sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan hanya pada hari
sekolah dan jam pelajaran.
(3) Pengecualian terhadap jangka waktu pelaksanaan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diberikan
kepada sekolah berasrama dengan terlebih dahulu
melaporkan kepada dinas pendidikan
provinsi/kabupaten/kota sesuai dengan
kewenangannya disertai dengan rincian kegiatan
pengenalan lingkungan sekolah.
Pasal 4

(1) Kepala sekolah bertanggung jawab penuh atas
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam
pengenalan lingkungan sekolah.
(2) Perencanaan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah
disampaikan oleh sekolah kepada orang tua/wali pada
saat lapor diri sebagai siswa baru.

  • 6 –

(3) Pengenalan lingkungan sekolah wajib berisi kegiatan
yang bermanfaat, bersifat edukatif, kreatif, dan
menyenangkan.
(4) Evaluasi atas pelaksanaan pengenalan lingkungan
sekolah wajib disampaikan kepada orang tua/wali
baik secara tertulis maupun melalui pertemuan paling
lama 7 (tujuh) hari kerja setelah pengenalan
lingkungan sekolah berakhir.
Pasal 5

(1) Pengenalan lingkungan sekolah dilakukan dengan
memperhatikan hal sebagai berikut:
a. perencanaan dan penyelenggaraan kegiatan
hanya menjadi hak guru;
b. dilarang melibatkan siswa senior (kakak kelas)
dan/atau alumni sebagai penyelenggara;
c. dilakukan di lingkungan sekolah kecuali sekolah
tidak memiliki fasilitas yang memadai;

i. dilarang melakukan pungutan biaya maupun
bentuk pungutan lainnya.
d. wajib melakukan kegiatan yang bersifat edukatif;
e. dilarang bersifat perpeloncoan atau tindak
kekerasan lainnya;
f. wajib menggunakan seragam dan atribut resmi
dari sekolah;
g. dilarang memberikan tugas kepada siswa baru
berupa kegiatan maupun penggunaan atribut
yang tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran
siswa;
h. dapat melibatkan tenaga kependidikan yang
relevan dengan materi kegiatan pengenalan
lingkungan sekolah; dan

  • 7 –

(2) Contoh dari kegiatan dan atribut yang tidak relevan
dengan aktivitas pembelajaran siswa dan dilarang
digunakan dalam pelaksanaan pengenalan lingkungan
sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f
tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian
tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
(3) Penyelenggaraan kegiatan pengenalan lingkungan
sekolah oleh guru sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), pada sekolah menengah pertama, sekolah
menengah atas, dan sekolah menengah kejuruan,
dapat dibantu oleh siswa apabila terdapat
keterbatasan jumlah guru dan/atau untuk efektivitas
dan efisiensi pelaksanaan pengenalan lingkungan
sekolah dengan syarat sebagai berikut:
a. siswa merupakan pengurus Organisasi Siswa
Intra Sekolah (OSIS) dan/atau Majelis
Perwakilan Kelas (MPK) dengan jumlah paling
banyak 2 (dua) orang per rombongan
belajar/kelas; dan
b. siswa tidak memiliki kecenderungan sifat-sifat
buruk dan/atau riwayat sebagai pelaku tindak
kekerasan.

(4) Dalam hal sekolah belum memiliki pengurus OSIS
dan/atau MPK sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
huruf a, sekolah dapat dibantu oleh siswa dengan
syarat sebagai berikut:
a. siswa tidak memiliki kecenderungan sifat
buruk dan riwayat sebagai pelaku tindak
kekerasan; dan
b. memiliki prestasi akademik dan nonakademik
yang baik dibuktikan dengan nilai rapor dan
penghargaan nonakademik atau memiliki
kemampuan manajerial dan kepemimpinan
yang dibuktikan dengan keikutsertaan dalam
berbagai kegiatan positif di dalam dan di luar
sekolah.

  • 8 –

Pasal 6

(1) Dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota sesuai
dengan kewenangannya wajib mengawasi kegiatan
pengenalan lingkungan sekolah.
(2) Apabila dalam pelaksanaan pengenalan lingkungan
sekolah terjadi pelanggaran, dinas pendidikan
provinsi/kabupaten/kota sesuai kewenangannya
wajib menghentikan kegiatan pengenalan
lingkungan sekolah.
Pasal 7

(1) Pemberian sanksi atas pelanggaran terhadap
Peraturan Menteri ini adalah sebagai berikut:
a. sekolah memberikan sanksi kepada siswa dalam
rangka pembinaan berupa:
1) teguran tertulis; dan
2) tindakan lain yang bersifat edukatif.
b. kepala dinas pendidikan
provinsi/kabupaten/kota atau pengurus yayasan
sesuai kewenangannya memberikan sanksi
kepada kepala/wakil kepala sekolah/guru
berupa:
1) teguran tertulis;
2) penundaan atau pengurangan hak;
3) pembebasan tugas; dan/atau
4) pemberhentian sementara/tetap dari jabatan.
c. kepala dinas pendidikan
provinsi/kabupaten/kota sesuai kewenangannya
memberikan sanksi kepada sekolah berupa:
1) pemberhentian bantuan dari pemerintah
daerah; dan/atau
2) penutupan sekolah yang diselenggarakan
oleh masyarakat.

d. Menteri atau pejabat yang ditunjuk memberikan
sanksi kepada sekolah berupa:
1) rekomendasi penurunan level akreditasi;

  • 9 –

2) pemberhentian bantuan dari pemerintah;
dan/atau
3) rekomendasi kepada pemerintah daerah
untuk melakukan langkah-langkah tegas
berupa penggabungan, relokasi, atau
penutupan sekolah dalam hal terjadinya
pelanggaran yang berulang.

(2) Apabila terjadi perpeloncoan maupun kekerasan
lainnya dalam pengenalan lingkungan sekolah maka
pemberian sanksi mengacu kepada Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 82 Tahun 2015
tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak
Kekerasan pada Satuan Pendidikan dan peraturan
perundang-undangan lainnya.
Pasal 8

(1) Pemberian sanksi sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 7 dilakukan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
(2) Jenis sanksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7
tidak menghapus jenis sanksi lainnya yang diatur
dalam peraturan perundang-undangan.

Pasal 9

(1) Sekolah wajib meminta izin secara tertulis dan
mendapatkan izin secara tertulis dari orangtua/wali
calon peserta kegiatan pengenalan anggota baru
ekstrakurikuler.
(2) Sekolah wajib menyertakan rincian kegiatan
pengenalan anggota baru ekstrakurikuler pada saat
meminta izin secara tertulis sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) kepada orangtua/wali.
(3) Sekolah wajib menugaskan paling sedikit 2 (dua)
orang guru untuk mendampingi kegiatan pengenalan
anggota baru ekstrakurikuler.

  • 10 –

(4) Apabila terdapat potensi risiko bagi siswa baru dalam
pengenalan anggota baru pada kegiatan
ekstrakurikuler sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
sekolah wajib membuat pemetaan dan penanganan
risiko serta memberitahukan kepada orangtua/wali
untuk mendapat persetujuan.
(5) Ketentuan sanksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal
7 berlaku juga untuk pengenalan anggota baru pada
kegiatan ekstrakurikuler bagi siswa baru yang
bertentangan dengan Peraturan Menteri ini

Pasal 10

(1) Siswa, orangtua/wali, dan masyarakat dapat
melaporkan dugaan pelanggaran atas Peraturan
Menteri ini kepada Dinas Pendidikan setempat atau
Kementerian melalui laman
http://sekolahaman.kemdikbud.go.id, telepon ke 021-
57903020, 021-5703303, faksimile ke 021-5733125,
email ke laporkekerasan@kemdikbud.go.id atau
layanan pesan singkat (SMS) ke 0811976929.
(2) Sekolah tidak dapat menuntut secara hukum atau
memberikan sanksi dalam bentuk apapun kepada
siswa, orangtua/wali, dan masyarakat yang
melaporkan pelanggaran sebagaimana dimaksud ayat
(1) kecuali laporan tersebut terbukti tidak benar.

Pasal 11

Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, Peraturan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 55 Tahun
2014 tentang Masa Orientasi Siswa Baru di Sekolah
dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

  • 11 –

Pasal 12

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal
diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan
pengundangan Peraturan Menteri ini dengan
penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 27 Mei 2016
MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
REPUBLIK INDONESIA
TTD.
ANIES BASWEDAN

Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 6 Mei 2016
DIREKTUR JENDERAL
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA,
TTD.
WIDODO EKATJAHJANA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2016 NOMOR 839
Salinan sesuai dengan aslinya
plh. Kepala Biro Hukum dan Organisasi
Kepala Biro Kepegawaian,
TTD.
Dyah Ismayanti
NIP 196204301986012001

SALINAN

LAMPIRAN I
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
NOMOR 18 TAHUN 2016
TENTANG
PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH BAGI SISWA BARU

SILABUS PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH BAGI SISWA BARU

No. Tujuan Kegiatan

Wajib Pilihan

  1. Mengenali potensi diri
    siswa baru
  2. Pengisian formulir
    siswa baru oleh orang
    tua/wali;
  3. Kegiatan pengenalan
    siswa (khusus SD,
    siswa dapat
    dikenalkan oleh orang
    tua).
  4. Diskusi konseling.
  5. Mengenalkan
    kegiatan ekstra
    kurikuler yang ada
    di sekolah.
  6. Melibatkan siswa
    secara aktif dalam
    setiap diskusi.
  7. Membantu siswa baru
    beradaptasi dengan
    lingkungan sekolah
    dan sekitarnya,
    antara lain terhadap
    aspek keamanan,
    fasilitas umum, dan
    sarana prasarana
    sekolah
  8. Kegiatan pengenalan
    warga sekolah;
  9. Kegiatan pengenalan
    visi-misi, program,
    kegiatan, cara belajar,
    dan tata tertib
    sekolah;
  10. Kegiatan pengenalan
    fasilitas sarana dan
    prasarana sekolah
    dengan memegang
    prinsip persamaan
    hak seluruh siswa;
  11. Pengenalan
    stakeholders sekolah
    lainnya.
  12. Pengenalan tata cara
    dan etika makan, tata
    cara penggunaan
    fasilitas toilet, dan
    tata cara
    berpakaian/sepatu.
  13. Mengajak siswa
    berkeliling ke seluruh
    area sekolah, sambil
    menjelaskan setiap
    fasilitas, sarana, dan
    prasarana yang
    terdapat di sekolah
    serta kegunaannya.
  14. Menginformasikan
    fasilitas-fasilitas
    umum di sekitar
    sekolah.
  • 2 –

No. Tujuan Kegiatan

Wajib Pilihan

  1. Menginformasikan
    kewajiban
    pemeliharaan fasilitas
    dan sarana prasarana

sekolah dan fasilitas-
fasilitas umum.

  1. Kegiatan simulasi
    penanggulangan
    bencana.
  2. Menginformasikan
    daerah rawan di
    sekitar sekolah.
  3. Kegiatan pengenalan
    manfaat dan dampak
    teknologi informasi,
    termasuk sanksi yang
    diatur dalam

peraturan perundang-
undangan terkait.

  1. Menumbuhkan
    motivasi, semangat,
    dan cara belajar
    efektif sebagai siswa
    baru
  2. Simulasi
    penyelesaian
    suatu masalah
    untuk
    menumbuhkan
    motivasi dan
    semangat belajar
    siswa;
  3. Kegiatan
    pengenalan etika
    komunikasi,
    termasuk tata
    cara
    menyapa/berbicar
    a menggunakan
    Bahasa Indonesia
    yang baik dan
    benar.
  4. Pengenalan metode
    pembelajaran dalam
    bentuk quantum
    learning (speed
    reading, easy writing,
    mind mapping, super
    memory system).
  5. Mendatangkan
    narasumber dari
    berbagai profesi
    untuk berbagi
    pengalaman.
  6. Kegiatan pengenalan
    kewirausahaan.
  7. Kegiatan pengenalan
    institusi pasangan
    pada sekolah
    kejuruan.
  • 3 –

No. Tujuan Kegiatan

Wajib Pilihan

  1. Mengembangkan
    interaksi positif
    antarsiswa dan warga
    sekolah lainnya
  2. Pembiasaan salam,
    senyum, sapa, sopan,
    dan santun;
  3. Pengenalan etika
    pergaulan antar
    siswa serta antara
    siswa dengan guru
    dan tenaga
    kependidikan,
    termasuk kepada
    sikap simpati,
    empati, dan saling
    menghargai, serta
    sportif.
  4. Kegiatan atraksi
    masing-masing kelas,
    antara lain
    perlombaan bidang
    kesenian, dan
    olahraga.
  5. Kegiatan yang
    menjalin keakraban
    antar siswa dengan
    warga sekolah antara
    lain dengan
    permainan atau
    diskusi kelompok.
  6. Menumbuhkan
    perilaku positif antara
    lain kejujuran,
    kemandirian, sikap
    saling menghargai,
    menghormati
    keanekaragaman dan
    persatuan,
    kedisplinan, hidup
    bersih dan sehat
    untuk mewujudkan
    siswa yang memiliki
    nilai integritas, etos
    kerja, dan semangat
    gotong royong pada
    diri siswa.
  7. Kegiatan penanaman
    dan penumbuhan
    akhlak dan karakter;
  8. Pengenalan budaya
    dan tata tertib
    sekolah;
  9. Pemilihan tema
    kegiatan pengenalan
    lingkungan sekolah
    yang sesuai dengan
    nilai-nilai positif.
  10. Beribadah
    keagamaan bersama,
    pengenalan
    pendidikan anti
    korupsi, cinta
    lingkungan hidup,
    dan cinta tanah air.
  11. Kegiatan kebanggaan
    terhadap
    keanekaragaman dan
    kebhinekaan, antara
    lain pengenalan suku
    dan agama,
    penggunaan pakaian
    adat di sekolah.
  12. Kerja bakti
    membersihkan
    lingkungan sekolah
    dan pengenalan tata
    cara membuang
    sampah sesuai
    dengan jenis sampah.
  • 4 –

No. Tujuan Kegiatan

Wajib Pilihan

  1. Penggunaan sumber
    daya sekolah (air,
    listrik, telepon, dsb)
    secara efisien.
  2. Mengajarkan
    simulasi antri
    melalui baris
    sebelum masuk
    kelas, dan pada
    saat bergantian
    memakai fasilitas
    sekolah.
  3. Kegiatan pendidikan
    bahaya pornografi,
    narkotika
    psikotropika, dan zat
    adiktif lainnya antara
    lain bahaya merokok.
  4. Kegiatan pengenalan
    dan keselamatan
    berlalu lintas.

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
REPUBLIK INDONESIA
TTD.
ANIES BASWEDAN

Salinan sesuai dengan aslinya
plh. Kepala Biro Hukum dan Organisasi
Kepala Biro Kepegawaian,
TTD.
Dyah Ismayanti
NIP 196204301986012001

SALINAN

LAMPIRAN II
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
NOMOR 18 TAHUN 2016
TENTANG
PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH BAGI SISWA BARU

CONTOH FORMULIR PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH

BAGI SISWA BARU

A. PROFIL SISWA

  1. Nama :
  2. Jenis Kelamin :
  3. Urutan anak : Anak ke……..dari……….bersaudara
  4. Tempat tanggal lahir :
  5. Agama :
  6. Alamat rumah :
  7. Asal sekolah :
  8. Riwayat Kesehatan
    No. Penyakit berat pernah/sedang diderita Jenis alergi yang
    diderita

1
2
3 dst.

  1. Sebutkan potensi atau bakat siswa di bidang seni, olahraga, sains,
    dll
    ………………………………………………………………………………………
    ………………………………………………………………………………………
    ………………………………………………………………………………………
  2. Sebutkan sifat/perilaku siswa yang menonjol dan yang perlu
    ditingkatkan
    No. Sifat/Perilaku Menonjol

Sifat/Perilaku yang perlu
ditingkatkan

1
2
3 dst.
B. PROFIL ORANG TUA/WALI*
No. Data Bapak/Wali* Ibu/Wali*
1 Nama
2
Tempat, Tanggal
Lahir
3 Pekerjaan
4
Pendidikan
terakhir
5 Alamat saat ini
6 No.Telp/HP

……………,………………………………..
Tanda Tangan Orang Tua/Wali*

( )

Keterangan : *coret yang tidak perlu.

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
REPUBLIK INDONESIA
TTD.
ANIES BASWEDAN

Salinan sesuai dengan aslinya
plh. Kepala Biro Hukum dan Organisasi
Kepala Biro Kepegawaian,
TTD.
Dyah Ismayanti
NIP 196204301986012001

SALINAN

LAMPIRAN III
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
NOMOR 18 TAHUN 2016
TENTANG
PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH BAGI SISWA BARU

CONTOH KEGIATAN DAN ATRIBUT YANG DILARANG
DALAM PELAKSANAAN PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH

Contoh Atribut Yang Dilarang
Dalam Pelaksanaan Pengenalan
Lingkungan Sekolah

  1. Tas karung, tas belanja plastik,
    dan sejenisnya.
  2. Kaos kaki berwarna-warni tidak
    simetris, dan sejenisnya.
  3. Aksesoris di kepala yang tidak
    wajar.
  4. Alas kaki yang tidak wajar.
  5. Papan nama yang berbentuk rumit
    dan menyulitkan dalam
    pembuatannya dan/atau berisi
    konten yang tidak bermanfaat.
  6. Atribut lainnya yang tidak relevan
    dengan aktivitas pembelajaran.

Contoh Aktivitas Yang Dilarang
Dalam Pelaksanaan Pengenalan
Lingkungan Sekolah

  1. Memberikan tugas kepada siswa
    baru yang wajib membawa suatu
    produk dengan merk tertentu.
  2. Menghitung sesuatu yang tidak
    bermanfaat (menghitung nasi,
    gula, semut, dsb).
  3. Memakan dan meminum makanan
    dan minuman sisa yang bukan
    milik masing-masing siswa baru.
  4. Memberikan hukuman kepada
    siswa baru yang tidak
    mendidik seperti menyiramkan
    air serta hukuman yang

bersifat fisik dan/atau mengarah
pada tindak kekerasan.

  1. Memberikan tugas yang tidak
    masuk akal seperti berbicara
    dengan hewan atau tumbuhan
    serta membawa barang yang
    sudah tidak diproduksi kembali.
  2. Aktivitas lainnya yang tidak
    relevan dengan aktivitas
    pembelajaran.

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
REPUBLIK INDONESIA
TTD.
ANIES BASWEDAN

Salinan sesuai dengan aslinya
plh. Kepala Biro Hukum dan Organisasi
Kepala Biro Kepegawaian,
TTD.
Dyah Ismayanti
NIP 196204301986012001

Tinggalkan Balasan