{"id":73,"date":"2020-02-11T01:01:20","date_gmt":"2020-02-10T18:01:20","guid":{"rendered":"https:\/\/slb-pantiasih.sch.id\/berita\/?p=73"},"modified":"2020-02-14T18:11:29","modified_gmt":"2020-02-14T11:11:29","slug":"down-syndrome-bukanlah-akhir-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/slb-pantiasih.sch.id\/berita\/2020\/02\/11\/down-syndrome-bukanlah-akhir-dunia\/","title":{"rendered":"Down syndrome Bukanlah Akhir Dunia"},"content":{"rendered":"<p>DUKUNGAN PERILAKU YANG POSITIF BAGI ABK<\/p>\n<p>Down syndrome Bukanlah Akhir Dunia<\/p>\n<p>MENGENAL INDUKSI<br \/>\nVISI MISI<br \/>\nSLB C1 PANTI ASIH PAKEM<\/p>\n<p>Tujuan<br \/>\nsekolah Luar Biasa<br \/>\nPendidikan khusus yang diselenggarakan pada Tingkat Satuan Pendidikan bagi penyandang tunagrahita sedang dan berat adalah bertujuan meletakkan dasar-dasar perkembangan sikap, pengetahuan dasar dan perkembangan potensi peserta didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya, sesuai dengan tingkat kelainan yang disandangnya.!<\/p>\n<p>Visi<br \/>\nSekolah<br \/>\n\u201c TERWUJUDNYA PESERTA DIDIK YANG SEHAT, TERAMPIL DAN MANDIRI \u201c Yang diukur dengan indicator sebagai berikut : Peserta didik memiliki kebugaran fisik dan kebahagiaan hidup Peserta didik tidak selalu bergantung pada orang lain Peserta didik mampu mengurus diri sendiri Peserta didik dapat aktif terlibat dalam ketrampilan kerja produktif dikeluarga maupun ditempat kerja terlindung (sheltered workshop)<\/p>\n<p>Misi<br \/>\nSekolah<br \/>\nMelaksanakan pembelajaran untuk mengembang kan potensi peserta didik Mewujudkan pelayanan pendidikan yang dijiwai semangat cinta kasih Menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan menyenangkan Mengembangkan proses pembelajaran yang berkualitas Menyelenggarakan tempat kerja terlindung (sheltered workshop) Meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga pendidik dan kependidikan<\/p>\n<p>Program<br \/>\nSekolah<br \/>\nMeningkatkan Program Pembelajaran Meningkatkan Kegiatan Ekstra Kurikuler Meningkatkan Mutu Tenaga Pendidik dan Kependidikan Pengadaan Sarana Prasarana Sekolah Pembinaan Kehidupan Religius dan cinta sesama Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Peningkatan Citra Anak Berkebutuhan Khusus !<\/p>\n<p>Pendidikan<br \/>\nUntuk<br \/>\nSemua!<br \/>\nPENDATAAN<br \/>\nDATA POKOK SEKOLAH.<\/p>\n<p>DAPODIK<br \/>\nDATA POKOK PENDIDIKAN<\/p>\n<p>GURU PEMBELAJAR<br \/>\nSIM PKB<\/p>\n<p>INFO GURU<br \/>\nMANAGEMEN GTK<\/p>\n<p>SLB C1 PANTI ASIH PAKEM Jalan Kaliurang Km 21 Yogyakarta 55582<\/p>\n<p>Hubungi Kami<br \/>\ninfo@slb-pantiasih.sch.id<br \/>\nYour Name *<br \/>\nYour Email *<br \/>\nYour Phone *<br \/>\nYour Message *<br \/>\nCopyright \u00a92020 Powered by dediVandjogja<\/p>\n<p>Privacy Policy<br \/>\nDown syndrome Bukanlah Akhir Dunia<br \/>\n&#8211;<\/p>\n<p>Down syndrome (DS) dapat diartikan sebuah kondisi bawaan akibat terjadinya trisomi21 yang mengakibatkan terjadinya kelebihan jumlah kromosom 21. Kelainan kromosom dapat disebabkan akibat adanya proses translocation (kromosom yang mengalami kerusakan melekat atau berpindah pada kromosom lain) dan mosaicims. Namun, penyebab terjadinya DS sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Dalam beberapa jurnal disebutkan bahwa penyebab DS diakibatkan adanya kurangnya yodium saat proses perkembangan janin, adanya faktor genetik (bawaan), dan akibat usia orang tua terlalu tua atau terlalu dini. Rata-rata penderita DS memiliki IQ di bawah 70 sehingga seringkali mengalami gangguan adaptif perilaku. Namun, hambatan kecerdasan tersebut terbagi menjadi 2 bagian, yaitu sedang atau rendah sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa penderita DS mampu bersekolah di sekolah umum. Saat ini kehidupan penyandang DS di Indonesia rentan terhadap diskriminasi akibat minimnya informasi penyakit, pengobatan, pendidikan, akses publik, dan terutama adalah peluang kerja penyandang DS sangatlah terbatas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"DUKUNGAN PERILAKU YANG POSITIF BAGI ABK Down syndrome Bukanlah Akhir Dunia MENGENAL INDUKSI VISI MISI SLB C1 PANTI ASIH PAKEM Tujuan sekolah Luar Biasa Pendidikan ...","protected":false},"author":1,"featured_media":12,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"quote","meta":[],"categories":[2],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/slb-pantiasih.sch.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73"}],"collection":[{"href":"https:\/\/slb-pantiasih.sch.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/slb-pantiasih.sch.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/slb-pantiasih.sch.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/slb-pantiasih.sch.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=73"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/slb-pantiasih.sch.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":74,"href":"https:\/\/slb-pantiasih.sch.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73\/revisions\/74"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/slb-pantiasih.sch.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/slb-pantiasih.sch.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=73"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/slb-pantiasih.sch.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=73"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/slb-pantiasih.sch.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=73"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}