SLB C1 PANTI ASIH PAKEM
26 Februari 2020

Mengenal Induksi

Guru adalah pendidik dengan tugas utama yaitu mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, melaksanakan penilaian dan evaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal. Sedangkan Guru Pemula yaitu Guru yang baru pertama kali melaksanakan tugas sebagai Guru dalam proses pembelajaran sesuai tugas utamanya. Guru Pemula tersebut mengajar di Sekolah Negeri, atau sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah atau Sekolah Swasta yang di selenggarakan Yayasan. Program Induksi bertujuan untuk membimbing Guru Pemula agar mampu beradaptasi dengan lingkungan kerjanya, dan agar ia mampu melaksanakan tugasnya sebagai Guru Profesional. Prinsip pelaksanaan program induksi yaitu profesionalisme, kesejawatan, akuntabel dan berkelanjutan. Program Induksi ini dilaksanakan oleh Guru Pemula yang berstatus CPNS yang ditugaskan di sekolah negeri. Guru Pemula berstatus PNS mutasi dari jabatan lain, dan Guru bukan PNS, atau Guru Yayasan yang mengajar di Sekolah Swasta. Karena itu Guru Pemula dipersiapkan untuk menjadi Guru yang Profesional, maka ia wajib menyusun Rancangan Pembelajaran/ bimbingan, melaksanakan pembelajaran, melaksanakan penilaian dan mengevaluasi hasil pembelajaran serta wajib melakukan perbaikan dan pengayaan. Selain memiliki kewajiban maka Guru Pemula juga berhak memperoleh bimbingan dalam proses pembelajaran sebagai Guru Kelas maupun Guru Mapel, atau bimbingan bagi Guru Bimbingan dan Konseling. Beban mengajar bagi Guru Pemula antara 12 – 18 jam tatap muka per minggu, bagi guru mata pelajaran. Bagi Guru Bimbingan dan Konseling mendapat beban 75-100 peserta didik per tahun. Yang melaksanakan penilaian bagi Guru Pemula adalah Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah wajib membimbing agar guru menjadi profesional. Bimbingan berupa penyusunan rencana pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian dan evaluasi serta pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh sekolah. Waktu yang dibutuhkan untuk kegiatan induksi ini selama satu tahun dan dapat diperpanjang paling lama satu tahun. Bagi Guru Pemula yang berstatus CPNS/ PNS, atau PNS yang mutasi dari jabatan lain, maka bila kegiatan ini lolos dengan nilai kinerja kategori baik, akan mendapat sertifikat dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten /Kota dan merupakan salah satu syarat pengangkatan dalam jabatan fungsional Guru. Apabila sudah dilakukan perpanjangan namun ia tidak lolos dengan nilai tidak mencapai kategori baik, maka ia dapat mengajar tanpa jabatan fungsional guru. Bagi Guru Yayasan sertifikat Guru Pemula ini sebagai salah satu syarat untuk diangkat menjadi Guru Tetap Yayasan ( GTY ). Namun apabila sudah perpanjangan ia tidak memenuhi syarat penilaian kategori baik, maka ia tidak dapat diangkat menjadi Guru Tetap Yayasan. Namun kita semua mengetahui, sebelum diangkat menjadi Guru CPNS, para Guru ini sebetulnya sudah mengabdikan diri selama lebih 10 tahun bahkan lebih, dan ia sudah mengerti betul bagaimana harus menjadi Guru yang profesional. Apakah ia juga masih diperlukan untuk mengikuti Program Induksi, sungguh pun bila mengikuti pasti lolos dan mendapat sertifikat. Apa manfaatnya ? Yang pasti banyak manfaatnya salah satunya ia mendapatkan sertifikat Induksi, bagi Guru Yayasan sebagai dasar diangkat menjadi Guru Tetap. Bagi yang PNS ya mendapat sertifikat. Program Induksi ini sudah diluncurkan melalui Permendiknas Nomor 27 Tahun 2010, namun dalam pelaksanaannya masih banyak mengalami kendala. Memang pendidikan kita ini masih banyak problematika yang belum terpecahkan. Mudah-mudahan ke depan akan lebih baik. Sedangkan Guru Pemula yaitu Guru yang baru pertama kali melaksanakan tugas sebagai Guru dalam proses pembelajaran .Jadi Tidak Ada Kaitannya Sama Sekali antara induksi dan insentif pusat via Dapodik Semoga bermanfaat !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

©2020-POWERED BY dediVandjogja
Email : info@slb-pantiasih.sch.id